Filed under: News | Tags: 2009, antara, antaratv, cicak, dukungan moral, indonesia, jakarta, kpk, News
Filed under: News | Tags: antara, antaratv, indonesia, News, jakarta, kpk, korupsi, polri, anngodo, anggoro
Filed under: Teks | Tags: 2009, antara, antaranews, distro, jakarta, pameran
Pameran produk distro terbesar di Jakarta kembali digelar di plasa Departemen Perindustrian, Jl Gatot Soebroto. Tak tanggung-tanggung pameran tahunan yang sudah 4 kali diselenggarakan ini menargetkan transaksi hingga Rp 1 miliar.
Pameran Produk Distro digelar dari tanggal 27-30 Oktober 2009, di Plasa Pameran Departemen Perindustrian mulai pukul 09.00 sampai 17.00 setiap harinya.
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian Fauzi Aziz mengatakan pemeran distro ini akan terus digalakan oleh pemerintah karena masuk dalam industri kreatif.
“Ini termasuk pameran distro terbesar di Jakarta, tahun lalu kita mampu membukukan transaksi hingga Rp 800 juta, kali ini kita targetkan Rp 1 miliar,” jelas Fauzi disela-sela pameran, Selasa (27/10/2009).
Pameran distro ini diikuti oleh 54 wirausaha muda yang berasal dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, bahkan komunitas distro Bandung hampir menempati 50% stand pameran.
Selain menampilkan model-model gres, seperti kaos, ikat pinggang, topi, baju, batik, sepati, sendal, tas, cenderamata dan lain-lain. Tak tanggung-tanggung produk yang ditawarkan murah meriah.
Misalnya saja gerai distro Nano Nine, berani jual harga super murah dengan menjual 3 potong kaos unik seharga Rp 100.000 padahal harga bandrol perpotongnya Rp 58.000 sampai Rp 89.000. Hal ini juga dilakukan oleh gerai distro lainnya.
Ada juga distro Post Clothing menjual sendal, dompet dan sabuk barani banting harga dengan diskon 30% sampai 50% dari harga normal Rp 60.000.
Untuk distro God.Inc khusus menjual Jaket Punk Star, menjual harga Rp 180.000 dan berani memberi diskon sampai 20% dan kaos-kaso unik Rp 45.000.
Filed under: Teks | Tags: antara, antaranews, badung, bali, julia roberts, pantai labuan sait
Aktris Hollywood Julia Roberts tampak menikmati suasana Pantai
Labuan Sait, Badung, Bali, saat melanjutkan shooting film terbarunya, Eat, Pray, Love, yang mengambil lokasi di kawasan tersebut pada Senin (26/10).
Dalam pengambilan gambar itu, aktris yang akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-42 pada Rabu (28/10) besok itu, terlibat adegan berenang dengan lawan mainnya aktor Javiere Bardem. Roberts terlihat begitu anggun dengan mengenakan bikini putih bermotif bunga-bunga.
Eat, pray, Love ceritanya diangkat dari kisah nyata Elizabeth Gilbert, seorang jurnalis perempuan yang resah mencari makna kehidupan setelah bercerai dengan suaminya. Ia menjelajah Italia, India dan berakhir di Bali (Indonesia) untuk menemukan kebahagaian yang hakiki.
Di Bali inilah, Gilbert, tokoh yang diperankan Julia Roberts ketemu dengan Filipe, pria asal Brasil yang usianya jauh lebih tua darinya. Bersama Felipe ia menemukan kembali cinta sejatinya, yang sempat hilang.Sejak mengawali shooting 15 Oktober lalu, keberadaan bintang film Pretty Woman menjadi pusat perhatian banyak orang, tak terkecuali wisatawan asing yang tengah berada di Bali. Bahkan, beberapa waktu lalu, kru film sempat merampas kamera milik wisatawan asing yang mencoba mengambil gambar Julia Roberts.
Saat shooting berlangsung, penjagaan ekstra ketat juga diberlakukan. Hal tersebut guna menghindari berbagai kemungkinan yang tak diinginkan. Sejumlah kru dibantu pecalang tampak mengawasi jalannya shooting.
Setelah Pantai Labuan Sait, rencananya lokasi shooting berikutnya akan dilakukan di kawasan obyek wisata Kintamani dan Bangli.
Filed under: Teks | Tags: 2009, antara, antaranews, demo, jakarta, mahasiswa Setia, rusuh
Demo mahasiswa Setia berakhir rusuh. Ketika kendaraan mulai bergerak dengan satu jalur, para mahasiswa melemparkan kursi plastik.
Melihat hal tersebut, polisi mulai menekan mahasiwa. Ketika mulai terdesak polisi mengeluarkan tembakan gas airmata. Mahasiswa begerak masuk ke gedung bekas Kantor Walikota Jakbar.
Tidak berhenti sampai di situ, para mahasiwa mengambil batu yang merupakan bekas runtuhan bangunan dan melemparkannya pada polisi. Puluhan polisi berlindiung di balik tameng sambil menembakkan gas air mata.
Sampai saat ini kedua belah pihalk masih bersitegang. Ada usaha mediasi di antara keduanya. Yang jelas kendaraan mulai melintas separuh badan jalan.