ANTARATV


Pilot Main Laptop, Pesawat Terlambat Mendarat
October 27, 2009, 09:22
Filed under: Teks | Tags: , , ,

Pelajaran berharga bagi pilot pesawat terbang: jangan pernah bermain komputer laptop saat terbang. Bermain laptop bisa menimbulkan kelalaian yang fatal bagi pilot karena bisa membuat pesawat yang dia kendalikan tersasar jauh dari bandara tujuan. Jadwal penerbangan pun bisa berantakan.

Kelalaian itulah yang tampaknya dilakukan oleh dua pilot pesawat Airbus A320 milik maskapai penerbangan Northwest Airlines di Amerika Serikat (AS). Laman stasiun televisi CNN, Senin 26 Oktober 2009, mengungkapkan bahwa pesawat yang mengangkut 144 penumpang itu melayani rute penerbangan dari San Diego menuju St.Paul, Rabu 21 Oktober 2009.

Namun, pesawat ternyata tersasar sejauh 150 mil (sekitar 241 km) dari bandara tujuan, Minneapolis-St. Paul International Airport. Hasil penyelidikan sementara menentukan bahwa kedua pilot dianggap lalai menentukan posisi dan jadwal pendaratan pesawat.

Kedua pilot, yaitu Timothy Cheney sebagai Kapten dan Richard Cole sebagai Opsir Pertama menyadari kesalahan mereka saat pesawat berada di langit kota Denver dengan ketinggian 37.000 kaki.

Tadinya, pilot diduga mengantuk. Namun tuduhan awal itu dibantah oleh pilot. Selidik punya selidik, kedua pilot mengaku bahwa mereka saat itu sibuk dengan komputer laptop masing-masing.

“Menggunakan laptop atau terlibat dalam kegiatan yang tidak berkaitan dengan tugas-tugas pilot dalam mengendalikan pesawat selama penerbangan berlangsung sangat bertentangan dengan kebijakan dan peraturan dan bisa berujung pemecatan,” demikian pernyataan maskapai Delta Airlines, yang baru-baru ini mengakuisisi Northwest Airlines.

Kedua pilot padahal sudah berpengalaman dalam menerbangkan pesawat. Cheney (53), yang direkrut sejak 1985, memiliki lebih dari 20.000 jam terbang. Cole (54), yang direkrut sejak 1997, memiliki 11.000 jam terbang.

Laporan penyelidikan sementara Senin kemarin mengungkapkan bahwa kedua pilot “melakukan diskusi selama beberapa waktu sementara mereka tidak memantau situasi pesawat dan tidak menyimak percakapan radio” dengan petugas bandara.

“Masing-masing pilot mengakses dan menggunakan komputer laptop sementara mereka membicarakan prosedur penjadwalan tugas awak pesawat,” demikian tulis laporan itu.

Kedua pilot tidak sadar akan posisi terkini pesawat mereka sebelum akhirnya mendapat panggilan radio dari seorang awak kabin lima menit dari jadwal dimana seharusnya pesawat mulai mendarat. Mereka sadar pesawat sudah tersasar jauh saat awak meminta perkiraan waktu pendaratan.

Akibatnya, pesawat terlambat mendarat dari jadwal dan pihak maskapai terpaksa memberi kompensasi kepada para penumpang berupa voucher perjalanan senilai US$500. Kedua pilot kini tidak boleh bertugas dan harus menunggu hasil akhir penyelidikan.


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>